MANAGEMENT TEAM

MANAGEMENT TEAM
Think Big, Start Small, Act Now

ANALISA USAHA

ANALISA USAHA

BUDIDAYA BEBEK PEKIN

MODAL INVESTASI

1. Buat kandang bebek (4m x 4m) 100 ekor x 2 kandang Rp 4.800.000,-

2. Sewa lahan 1 tahun Rp 1.200.000,- +

Total investasi Rp 6.000.000,-

MODAL KERJA

1. Beli DOD 200 ekor x Rp 15.000,- Rp 3.000.000,-

2. Pakan 3,75 kg/bebek/bulan x Rp 3.000/kg x Rp 4.500.000,-

200 ekor x 2 bulan

3. Biaya vaksin & vitamin Rp 750.000,-

4. Upah tenaga kerja Rp 900.000,- x 2 bulan Rp 1.800.000,-

5. Penyusutan kandang (2 tahun) Rp 200.000,-

6. Penyusutan sewa lahan (1 tahun) Rp 100.000,-

7. Biaya operasional Rp 400.000,- x 2 bulan Rp 800.000,- +

Total modal kerja Rp 11.150.000,-

PEMASUKAN

200 ekor x 1,3 kg x Rp 70.000,- = Rp 18.200.000,-

Laba = Rp 18.200.000,- -- Rp 11.150.000,-

= Rp 7.050.000,-

Kamis, 24 April 2008

INVESTASI BAGI HASIL

MENGENAL DUA JENIS
INVESTASI BAGI HASIL

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 849/XVI

Kalau sebelumnya saya sering memberikan sejumlah tips dalam mengelola keuangan keluarga, untuk kali ini saya ingin mengajak 'belajar' sedikit. Tentang apa? Yaitu tentang tawaran investasi pada usaha dengan sistem bagi hasil. Dengan mempelajarinya, mudah-mudahan berikutnya Anda jadi bisa membedakan tawaran investasi bagi hasil yang datang kepada Anda bila ada yang menawari.

Anda ingat kasus PT QSAR (Qurnia Subur Alam Raya) yang terjadi beberapa tahun lalu? Kalau Anda lupa, PT QSAR adalah sebuah perusahaan yang menawarkan kesempatan investasi agrobisnis bagi masyarakat luas, dimana mereka yang berminat bisa ikut menanam modal pada sebuah lahan. Hasil panenan dari lahan tersebut akan dijual dan hasil penjualannya itulah yang akan dibagi kepada para investor dalam bentuk bagi hasil.

PT QSAR menjadi sebuah kasus menarik, karena pada bulan Agustus 2002, perusahaan itu 'diamuk' para investornya karena mereka tidak bisa membayar hasil yang mereka janjikan. Yang lebih menarik lagi, jumlah investornya sendiri sangat banyak, dan di antaranya terdapat sejumlah pejabat negara.

Tentu saja, kita tidak akan membahas kasus PT QSAR yang menghebohkan itu. Namun demikian, sejak kasus itu merebak, orang semakin banyak tahu bahwa salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam mencari penghasilan tambahan adalah dengan melakukan investasi bagi hasil.

Dalam beberapa seminar, sering mengatakan bahwa pada prinsipnya, investasi bisa dibagi menjadi dua, yaitu investasi pada usaha dan investasi pada produk-produk keuangan. Pada saat ini, kebanyakan sistem bagi hasil diterapkan pada investasi usaha. Tentu saja, sistem bagi hasil tidak hanya ada pada investasi usaha. Sistem bagi hasil saat ini juga ada pada produk-produk investasi yang bukan usaha, seperti produk investasi syariah. Hanya, jujur saja, saat ini, produk keuangan syariah seringkali belum terlalu dilirik sebagai alternatif dalam mencari penghasilan seperti kalau Anda berinvestasi pada usaha dengan sistem bagi hasil.

Investasi ke dalam usaha bagi hasil banyak dilakukan orang, terutama karena adanya berita dari mulut ke mulut. Salah satu yang paling menarik adalah berita ten tang kesuksesan dari orang-orang yang sudah berhasil mendapatkan bagi hasil yang cukup besar. Biasanya sih, ukurannya tak lain dan tak bukan adalah materi. Si ini sudah beli mobil, si itu sudah beli rumah baru, dan sebagainya. Wajar dong, namanya juga investasi, yang dilihat pertama biasanya adalah hasil finansial apa yang sudah didapat.

Investasi ke dalam usaha bagi hasil biasanya ditawarkan oleh usaha-usaha yang sudah berjalan. Bidang usahanya bisa bermacam-macam. Sebagai contoh, seorang teman saya pernah menawarkan saya untuk ikut berinvestasi pada usaha warnetnya yang sudah lama berjalan. Tawaran investasi yang diberikan ada beberapa macam, dari mulai duapuluhan juta, hingga ratusan juta. Sebagai kompensasinya, saya ditawarkan bagi hasil sebesar sekian persen dari uang yang saya masukkan. Saya tidak usah ikut mengelola, karena saya cukup melakukan investasi uang ke usaha tersebut, dan membiarkannya berjalan. Saya tinggal menunggu hasilnya saja.

JENIS BAGI HASIL
Kalau Anda mendapatkan tawaran untuk berinvestasi pada sebuah usaha dan ditawarkan untuk mendapatkan bagi hasil, maka umumnya bagi hasil yang Anda dapatkan bisa satu dari dua macam:

1. Bagi Hasil Murni
Bagi Hasil Murni adalah jenis bagi hasil dimana apa yang Anda dapatkan adalah pembagian sebesar sekian persen dari keuntungan usaha. Ini berarti, bagi hasil hanya diberikan kalau usahanya untung. Kalau usaha tersebut kebetulan merugi, tidak ada bagi hasil yang didapatkan. Sebagai contoh, suatu usaha mendapatkan untung (pemasukan dikurangi pengeluaran) sebesar Rp 100 juta pada tahun 2002.
Di sini, Anda mungkin mendapatkan bagi hasil sebesar 5 persen dari keuntungan tersebut, yaitu Rp 5 juta. Tetapi, kalau usaha tersebut merugi pada tahun 2002 lalu, tidak ada bagi hasil yang diberikan.

2. Bagi Hasil yang Dijanjikan
Yang kedua, bagi hasil yang Anda dapatkan adalah berupa pembagian sebesar sekian persen dari uang yang Anda masukkan, terlepas apakah usaha tersebut untung atau tidak. Sebagai contoh, Anda menginvestasikan dana sebesar Rp 20 juta. Dalam kontrak disebutkan bahwa sebulan setelah Anda melakukan investasi, Anda akan mendapatkan bagi hasil sebesar 2 persen per bulan selama 12 bulan. Ini berarti, setiap bulan Anda akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 400 ribu selama 12 bulan, terlepas dari apakah usaha tersebut untung atau tidak dari bulan ke bulannya.

Dari apa yang saya amati selama ini, biasanya penggunaan metode Bagi Hasil yang Dijanjikanlah yang banyak dipakai dalam penawaran Investasi Usaha Bagi Hasil. Ini karena metode tersebut dianggap tidak terlalu merepotkan, karena bagi hasil yang dilakukan hanya tinggal mengikuti saja jadwal yang sudah ada. Dalam contoh di atas tadi, Anda mungkin bisa melakukan investasi sebesar Rp 20 juta pada bulan ini, dan setiap bulan setelah Anda melakukan investasi tersebut, Anda akan mendapatkan 2 persen per bulan selama 12 bulan.

Apa yang dilakukan oleh pihak yang memberikan Bagi Hasil adalah bahwa mereka memiliki jadwal kapan harus membayar investor yang ini dan kapan harus membayar investor yang itu, serta seberapa besar jumlahnya. Sederhana sekali. Itu sebabnya, metode ini sering dipakai pada Investasi Usaha Bagi Hasil yang jumlah investornya cukup banyak, di atas 10 orang.

Sebaliknya, kalau metode kedua banyak dipakai pada tawaran Investasi Bagi Hasil yang investornya cukup banyak, jenis metode pertama yang menggunakan sistem Bagi Hasil Murni justru banyak dipakai pada tawaran investasi yang jumlah investornya tidak terlalu banyak, biasanya di bawah sekitar 10 orang. Ini bisa dimengerti mengingat metode seperti ini membutuhkan penghitungan serta transparansi tentang seberapa besar keuntungan usaha yang didapat. Dan ini biasanya lebih mudah dilakukan kalau jumlah investornya tidak terlalu banyak.

Nah, mudah-mudahan dengan mengenali metode bagi hasil yang ada pada investasi usaha dengan sistem bagi hasil, Anda sudah bisa mengenali metode bagi hasil macam apa yang ditawarkan kepada Anda bila Anda ditawari usaha dengan sistem seperti ini. Dari situ, mungkin Anda bisa mengambil keputusan tentang metode bagi hasil apa yang cocok.


Salam.

2 komentar:

Mr Barakuda mengatakan...

Apa usaha bebek peking ini masih berjalan pak?

Kunci Sukses Anda mengatakan...

TOKO BUKU PETERNAKAN ONLINE Kunjungi Blog untuk Pemesanan buku.
http://ilmu-taniternak.blogspot.com/

Pesan via SMS (0852.57090.372) untuk mengetahui biaya ongkos kirim:
Nama Buku - Alamat (Kabupaten & Propinsi)

Toko Buku kami memiliki koleksi hingga puluhan ribu buku khusus peternakan dari berbagai penerbit.
Mari berdiskusi di group facebook kami : https://www.facebook.com/groups/tokomajubersama/